Dr. drh. Diah Iskandirati selaku presiden ABI menghadiri pertemuan para pimpinan Asosiasi Biorisiko se dunia yang kali ini diadakan di Arusha, Tanzania pada tanggal 22-24 Januari 2025. Pertemuan yang dihadiri oleh 17 dari 53 presiden asosiasi ini membahas berbagai isu terkait perkembangan dan implementasi manajemen biorisiko dari berbagai negara anggota. Dalam pertemuan ini dicanangkan gerakan asosiasi setiap negara anggota untuk mendukung pemerintah dalam penerapan World Health Assembly 77.7 2024 mengenai Strengthening Biorisk Management melalui penetapan standar ISO 35001:2019.
Diantara berbagai negara anggota, Indonesia merupakan salah satu negara yang sudah melaksanakan implementasi ISO 35001:2019 mengenai Manajemen Biorisiko untuk Laboratorium dan Organisasi melalui Standar Nasional Indonesia sejak 2020. Ada lebih dari sepuluh organisasi yang tersertifikasi secara sukarela oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN).
Legenda foto (arah jarum jam) : Dr. drh Diah Iskandriati (presiden ABI), presiden ABI bersama Dr. Stefan Wagener (Direktur Eksekutif dan pendiri Biorisk International), dan para delegasi yang menghadiri IFBA conference 2025.
Note : Dr. Stefan Wagener adalah pemimpin pembuatan standar internasional biorisiko manajemen untuk laboratorium (CWA 15793:2008) dan dokumen panduan terkait (CWA 16393:2012). Kedua dokumen ini menjadi dasar untuk ISO 35001:2014. Beliau adalah penerima Everett Hanel Jr. Presidential Award, pimpinan ABSA (American Biosafety Association) tahun 2004, dan merupakan fellow Yayasan Alexander Humbolt (Jerman).
