Asosiasi Biorisiko Indonesia (ABI) was founded in March 2011 and inaugurated in September 2011 by the Minister of Health, The Republic of Indonesia. It is a non-profit organization and the official member of the International Federation of Biosafety Associations (IFBA).
ABI aims to improve nation’s ability in the safe and secure handling of biological agents by building and advocating the awareness through training, seminar, workshop, mentorship, providing scientific and technical expertise, and facilitating exchange of information.
OUR LATEST NEWS
Workshop penguatan praktik dalam risbang terkait berkembangnya AI dan teknologi baru
Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat melalui program yang dikoordinasi oleh Health Security Partners (HSP) mengadakan program pelatihan untuk para penggiat sains dari akademisi maupun industri/bisnis untuk meningkatkan kesiapan dan kemampuan dalam bidang AI terkait dengan penyelenggaraan riset dan pengembangan. Terbuka bagi para peserta dari Indonesia, Jepang, Malaysia, Filipina, Thailand, dan Vietnam.
Kerja sama penelitian, beasiswa, dan program ilmuwan tamu tanpa protokol seleksi yang memadai memberikan kesempatan kepada para pihak yang bermaksud jahat untuk mencuri Litbang AI dan kekayaan intelektual di perguruan tinggi dan lembaga penelitian. Upaya pengamanan untuk mencegah para pihak yang bermaksud jahat mengeksploitasi para peneliti merupakan bagian penting dalam menjamin integritas ekosistem penelitian.

Konferensi dalam hitungan minggu
Konferensi internasional pertama ABI tentang biorisiko sekarang memasuki hitungan minggu. Konferensi akan dilaksanakan pada tanggal 18-19…
Arti penandaan bagi anda
Saat berjalan, sering kali kita menemukan tanda-tanda yang terpampang di sekitar jalur yang dilalui. Bagi pemasang…
Informasi terkait virus Hanta
Kasus virus Hanta saat ini menjadi berita hangat dengan terjadinya infeksi di sebuah kapal pesiar. Beritanya…
