Wacana penggunaan bioteknologi sebagai alternatif akan tantangan energi dan pemercepat perkembangan dalam kehayatian membuka peluang semakin besar untuk pemanfaatan teknik dan strategi rekayasa. Salah satu contoh nyata adalah pembuatan biosolar, yang dapat berbasis minyak jarak (biji tanamannya mengandung racun Ricin dalam kadar tinggi) atau etanol (yang dapat menjadi prekursor dalam pembuatan bahan eksplosif). Kasus tanaman hasil modifikasi genetik (GMO) sudah lebih dulu menyeruak dalam bidang pangan, dengan adanya risiko induksi terjadinya mutasi genetik pada konsumen.

Sejalan dengan hal tersebut, semakin besar juga penyalahgunaan untuk tujuan yang tidak seharusnya dan membahayakan makhluk hidup. Meningkatnya ketegangan antar negara yang sering kali menyulut friksi mempertinggi risiko. Kondisi politik yang berkembang pada saat ini di Timur Tengah tampil di permukaan sebagai krisis energi dan logistik, namun dibawahnya mungkin tidak nampak penggunaan bahan kimia berbahaya.

Bagi kita para penggiat dalam bidang berkaitan dengan ilmu-ilmu hayati, kesadaran akan peluang penyalahgunaan ini perlu ditingkatkan. Pada akhirnya, kita turut berkontribusi dan/atau bertanggung jawab atas insiden yang terjadi akibat penggunaan ilmu dan teknik yang kita kembangkan/lakukan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Leave a Reply